Laman

Minggu, 13 Mei 2012

Bintal Pasus Cakra Muda Angkatan 1


        
       Pada tanggal 26-27 desember 2006, yang jatuh pada hari sabtu dan minggu saya melaksanakan Bintal Calon Anggota Paskibra Cakra Muda Angkatan Pertama yang Instrukturnya adalah Ferdian dan Defitri. Saya  berpikir bahwa bintal kali ini pelantikannya lebih berat, lebih menantang dan lebih parah dari bintal sebelumnya, karena yang melantik adalah anak-anak SMAN 4 Bogor, dan seluruh alumni SMPN 18 Bogor yang dahulunya mengikuti paskib, yang biasa di sebut sebagai senior. Sebetulnya saya pernah mengikuti Bintal pasus yang instrukturnya adalah Edo dkk, nama pasusnya adalah Cipta Taruna, namun karna sesuatu hal kurang menyenangkan terjadi, akhirnya terbentuklah Organisasi Pasus yang baru. Bintal berlangsung hari sabtu sekitar pukul 16.00 WIB. Karna pulang sekolah pukul 12.00 jadi saya menyempatkan pulang ke rumah untuk membawa barang untuk keperluan bintal yang di perintahkan oleh instruktur. Waktu itu saya sedang marah dengan mamah, karna pada saat saya butuh bantuan untuk mempersiapkan keperluan bintal, justru mamah sibuk menguruskan rambutan yang sedang panen. Sayapun  mengeluh, dan banyak kata-kata kurang menyenangkan saya lontarkan. Namun akhirnya mamah mengerti saya dan membantu saya. Setelah selesai membereskan barang. Sayapun berangkat ke sekolah naik angkot, beeeeeeeeeeuuuuuuuuuuuhhhhh buset nasib haha. Malu sih tapi mau tidak mau tetap harus mau. Padahal saya membawa ransel 2, tiker, dll. Walau berat tapi percaya diri saja. Akhirnya sampai juga ke sekolah pukul 15.00. Yang sudah  datang baru sedikit orang dan Ka Ferdian. Mana di tertawakan hihi . waktupun terus berjalan dan menunjukan pukul 17.00. Acara sudah di mulai dan para peserta calon anngota cakmudpun berkumpul di depan sekolah, di dekat gerbang. Ka Wahyu menyuruh kita untuk menghafal lagu untuk makan. Sedikit liriknya seperti ini: saya mau makan I want to eat eat eat. Di berilah waktu 5 menit untuk menghafal lagu tersebut. Setelah itu di suruh baris sambil membawa barang-barang yang kita bawa, semuanya tertawa karna bagi kami ini hal yang aneh, masa baris sambil bawa gembolan barang. Terus kita di suruh pindah ke lapangan basket dengan tertib. Ribet banget, bayangkan saja kami membawa gembolan dari pintu depan masuk sekolah ke lapangan basket, walapun hanya beberapa langkah tapi bagi kami melelahkan karna ribet dengan barang yang kita bawa. Di situ kami di suruh baris lagi dengan rapi. Dan dapat intruksi untuk menyimpan barang-barang yang kita bawa untuk di simpan di dalam perpustakaan dengan waktu 10 detik. Hitungan 10 detikpun di lontarkan oleh salah satu senior dan harus sudah berada di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan calon anggota paskib cakra muda angkatan pertama yang di pimpin oleh bapak Joko. Tapi gladiresik dahulu. Waw tangan saya berdarah kena kopel (ikat pinggang berlambang garuda), jujur perih, ingin bilang tapi takut di cuekin oleh kakak senior dan saya juga tahu dalam bintal tidak boleh manja, harus kuat. Lalu setelah upacara pembukaan lalu kami di beritahukan aturan-aturan dalam bintal yang di bacakan oleh ka Rizky (orangnya lumayan ganteng). Tidak berapa lama suara adzan berkumandang dan kami semua menuju mushola untuk melaksanakan sholat maghrib. Kami  semua sholat, ada yang berjamaah, adapun sholatnya sendiri-sendiri. Yang wanita menggunakan mukena secara bergilir. Sebutulnya kami membawa peralatan sholat tapi tidak boleh di pakai dahulu, jadi terpaksa memakai mukena yang ada di mushola, di gunakan secara bergiliran, namun saya beruntung kebagian memakai mukena pertama, jadi tak perlu menunggu. karna kami memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, kamipun saling menunggu hingga semuanya selesai sholat. Sewaktu saya memakai sepatu, di sebelah kanan saya adalah Imas, dan sebelah kiri saya kosong, tidak lama sebelah kiri saya di tempati oleh seorang cwo yang saya kagumi, senang sekali, diapun menawarkan roti kepada saya namun saya menolaknya lalu diapun menawarkan roti tersebut kepada yang lainnya. Setelah semuanya selesai sholat kami di suruh mengambil tas milik masing-masing yang tadi sore di simpan di perpustakaan dengan syarat tidak boleh melewati ruang panitia, kebetulan ruang panitianya sebelah kiri perpustakaan tepatnya di kelas 8-A, Kami semua  harus muter melewati pinggir lapangan,  melewati kelas 9C, 9B, 9A, Ruang Tata Usaha, Ruang Guru, Koperasi, dan Laboratorium. Jalannya agak ribet soalnya sedikit licin dan ada bangunan yang baru sedang di renovasi. Sampailah kami di ruang perpustakaan, kami langsung mengambil tas masing-masing, yang tadinya agak berat, tapi tas kami berubah menjadi lebih ringan. Ternyata beberapa barang yang ada dalam tas di ambil oleh para senior, seperti makanan, center dll. Lalu kami balik lagi menuju kelas 9D (tempat kami beristirahat), ketika jalan saya mengalami hal aneh. Sewaktu jalan saya berada di posisi di belakangnya Soni dan Anisa (bedhil), pas dekat UKS saya enjoy saja berjalan karna saya pikir di belakang saya ramai ada Adit dan masih banyak teman-teman saya yang posisinya berada di belakang saya. Jalannya sedang di renovasi, ketika saya melewati kayu sambil menengok ke belakang ternyata di belakang saya tidak ada siapa-siapa. Sayapun panik, ketakutan dan pikiran menjadi tak karuan. Padahal selama saya berjalan saya merasa sekali ada orang yang berjalan di belakang saya. Karna saya takut, sayapun berjalan agak cepat, lalu di depan kelas 9c saya berbarengan lagi Adit. Di situ juga saya merasakan hal kurang menyenagkan, merinding sekali. Tapi ya sudahlah saya tak memikirkan karna saya berdoa untuk di jauhkan dari Godaan setan.  Beberapa menit sampailah kita semua di kelas 9D. adapun teman-teman saya yang baru pertama kali mengikuti bintal, setelah ngecek tasnya ternyata isinya banyak yang hilang, lalu bagi yang sudah berpengalaman ikut bintal menjelaskan kepada mereka bahwa barang-barangnya itu sengaja di ambil oleh  para panitia.
           To the point, ketika kami sedang tertidur pulas, di bangunkanlah kami dengn cara di bentak, marah-marah, pake sirine (berisik), kami panik, dan heboh pokoknya. Yang lain sibuk nyari sepatu dan kaos kaki, karena semuanya berantakan, untung saja saya sudah berpengalaman jadi saya punya taktiknya, ketika teman-teman saya sibuk mencari sepatu dan kaos kaki, sedangkan saya sudah memakai kaos kaki duluan ketika sebelum tidur, supaya pas di bangunkan tidak ribet nyari di sana sini. Dan sepatu saya amankan di dekat saya agar ketiika di bangunkan saya tidak bingung mencari sepatu, karna jika saya tidak melakukan itu saya sulit mencari sebab sepatu yang di simpan di dekat pintu akan di tendang oleh kakak senior bertujuan untuk menyulitkan kami semua untuk mencari dan memakai sepatu. Hitunganpun di ambil alih oleh ka wahyu, dalam waktu 10 detik kami semua harus sudah berada di lapangan, karena waktu sangat tipis akhirnya kami telat kumpul di lapangan, padahal kami sudah  berusaha berlari menuju lapangan agar tidak telat. Karna telat, kami di marahi habis-habisan, hingaa temanku bernama Ardi dan Azhar di suruh pulang ke rumah dan nametag teman saya yang lainnya hampir mau di bakar oleh kakak senior. Ka Randy menyuruh untuk segera mengambil nametag kami yang mau di bakar. Kami berusaha meminta pada kakak senior untuk tidak menyuruh Ardi dan Azhar tidak pulang di tengah malam. Tapi apa boleh buat ketika kami membela diri tapi yang ada para senior malah makin marah menjadi-jadi. Kami semua di bentak, pokoknya kami sangat kesal dengan kakak senior. Namun dalam hati kecil saya menganggap ini hanya sebuah permainan dalam bintal dan harus memaklumi. Karena dengan ini kita dapat melatih kedewaasaan dan harus kuat mental dalam menghadapi apapun. Karna kami melawan dan membela Ardi dn Azhar, kamipun di beri hukuman untuk memakan kacang hijau,  yaitu kacang hijau di campur mie kuah sangat matang dan potongan jahe. Untuk menikmati makan malam itu kami harus memakannya berdua-berdua, saya berpasangan dengan Miskah. Selama 2 menit kami harus menghabiskan santapan malam yang sangat menyebalkan itu. Saya yakin semuanya pasti ingin muntah karena rasanya tidah enak. Tiba-tiba Ka Ferdian menghampiri saya, dan di paksa untuk memakan. Sayapun di suapi olehnya. Walau hanya sesuapm saja dan rasanya sangat tidak enak tetapi saya senang telap di suapi oleh Ka Ferdian karna beliau adalah pelatih favorit saya pada waktu itu. saya melihat teman saya yang lain, mereka sangat tidak menikmati kacang hijau itu. Karna kacang hijaunya belum habis dalam waktu 2 menit, Ardi dan Azharpun di suruh mengambil barang-barang mereka dan di suruh pulang. Waduh malam-malam begini masa mereka di suruh pulang, kakak seniornya tega banget. Tapi akhirnya tidak jadi pulang. Setelah makan kacang hijau kami di suruh baris kembali sesuai dengan kelompok. Penderitaan tak hanya sampai di situ. Kami di suruh memakan bawang putih, satu orang satu bawang. Saya punya ide nih, ketika saya di beri bawang putih, saya masuki ke mulut tetapi saya lagsung keluarkan kembali dan saya simpan dalam kantong piama yang saya pakai. Karna saya tahu memakan bawang dapat menyebabkan mual dan teman-teman saya mengalami itu. Mereka merasa pusing setelah mengigit bawang tersebut, ada yang hampir muntah. Kami kembali di perintahkan untuk baris sesuai kelompok dengan terbib. Kami di suruh menyanyikan yel-yel. Kelompok saya terdiri dari Nurul, Adit, dan tidakmtahu lagi karna lupa. Setelah ini kami akan mengelilingi pos-pos yang telah panitia siapkan. Kebetulan kelompok saya kebagian pertama. Saya dan teman sakelompok saya tidak tahu ketika mengelilingi pos-pos akan di apakan. Kami takut tapi di jalankan sajalah. Untuk menuju pos pertama kami di suruh jalan jongkok. Tiba di pos 1 yang di huni oleh Ka Ferdian dan Ka wahyu, di situ kami di surh melepas sepatu dan di ikatkan ke leher. Lalu kami di beri materi-materi. Dalam nametag yang kami pakai di baca oleh Ka Ferdian da Ka Wahyu lalu wajah kami akan di coret-coret sesuai moto hidup kami menggunakan spidol. Moto hidup saya adalah “Terima Hidup Apa Adanya’’ dan wajah saya di gambarkan sesuatu, katanya sih itu menggambarkan moto hidup saya.  Semuanya bermuka aneh. Lalu kami pergi ke pos 2 yang di huni oleh Ka Risky dan Ka Erni, di situ kami di suruh memakai sepatu, lalu melakukan gerakan statis yang di aba-abakan oleh ka Risky, lalu menyanyikam yel-yel dan renungan sambil tiduran mengahadap langit yang penuh dengan bintang, suasananya romantis sekali. Setelah itu kami menuju pos 3 yang di huni oleh Ka Deri, ka Dinar dan satu orang temannya.  Di situ saya di kerjain oleh ka Deri. Sebelumnya kami di suruh push up, menyanyikan yel, di beri snack, dan di beri materi tentang “Kepemimpinan”. Ka Deri menertawakan saya terus,mengejek saya, mana wajah saya di foto, arrrgggh pokonya saya di becandain mulu. Jadi jengkel tapi harus sabar. Saya menganggap mungkin ka Deri ngefans dengan saya (haha). Lalu setelah itu kami di suruh menuju pos 3 dan 4. Lalu keesokan sorenya kami upacara penutupan bintal, kami kami mresmi menjadi Anggota Paskibra Cakra Muda Angkatan Pertama. Mungkin ini hanyalah sebagian kecil cerita ketika saya mengikuti bintal. Walau mengalami hal-hal kurang menyenangkan tetapi saya yakin ini semua demi kebaikan dan ada maknanya. Dengan ini kita mendapatkan pelajaran penting tentang arti sebuah kedewasaan, kepemimpinan, kedisiplinan, cara baris-berbaris yang benar dll, serta ini merupakan pengalaman penting dalam hidup saya yang takkan pernah di lupakan. 

                                           Momment bersama Cakra Muda 

                                             
                                                          Pada saat bintal Angkatan 2011



                                                
                                                         Pada saat bintur angkatan 2011





1 komentar: